"Pagi akan tetap datang walau kini kamu tergeletak karena patah hati.”

Mereka pernah menghabiskan malam di ruang TV, dengan layar redup, suara film nyaris tenggelam oleh tawa yang saling bersahutan. Kepala yang Sora istirahatkan di pangkuan Jan, ibu jari yang mengusap pelan seolah mengingatkan, “Aku di sini.” Kehadiran bisa sesederhana itu.

Kamar mereka sempit, tapi dulu terasa cukup. Kasur tipis yang menempel ke dinding membuat mereka tidur rapat tiap malamnya. Jan akan menggeliat pelan setiap pagi, menyelipkan lengan di bawah leher Sora, seakan dunia hanya terdiri dari dua napas yang saling menyapa.

Namun kehangatan dapat berubah bentuk. Suatu hari, pelukan itu tak lagi terasa seperti rumah, melainkan gapaian untuk tidak saling menjauh. Kasur yang dulu membuat mereka berdekatan kini menjadi saksi betapa sesaknya keinginan Jan, untuk selalu bersama. Satu sisi terasa dingin terlalu cepat, satu sisi lagi penuh gelisah yang hampir tak pernah terucap.

Rumah itu kini sunyi. Remot tergeletak dengan baterai yang sudah perlu diganti. Kamar itu tetap sempit, tapi anehnya, terasa jauh lebih sempit ketika hanya ada satu orang di sana. Kasurnya tidak berubah ukuran—yang berubah hanyalah siapa yang tak lagi mengisi bagiannya.

Kadang Jan masih memiringkan tubuhnya ke arah kosong itu, seolah Sora bisa kembali hanya dengan memberi ruang. Tapi yang kembali hanyalah udara.

Ah, memang ada beberapa kehangatan yang, sekali pergi, menyisakan dingin yang tidak bisa diselimuti siapa pun kecuali waktu.

<aside> Yang Ditemukan Setelah Berjalan Jauh

IMG_3801.jpeg

Kisahnya

IMG_3802.jpeg

"Ternyata mimpi yang kita rangkai masih berjalan, hanya saja kini aku satu-satunya yang melangkah.”


Writer’s Note

• Janitra Ishana Maheswara meminjam rupa Kaedehara Kazuha dari Genshin Impact. Segala yang dituliskan semata merupakan bagian dari permainan peran di bawah naungan @OemahTirta.

• Awalan “Mk. ” pada suatu kalimat menandai sentuhan penulis yang mengarahkan suara Jan.

• Silakan mengetuk kotak pesan Jan, baik untuk berbincang, memberi saran atau kritik, maupun membangun relasi selain romansa.